TPPS Melawi Raih Penghargaan Aksi Konvergensi Stunting, Klasifikasi Sedang Jadi Catatan Perbaikan

4 September 2026 17:02 WIB
Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Melawi menerima penghargaan atas pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 dengan klasifikasi Sedang, Kamis (3/9/2026).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Melawi memperkuat pencegahan dan percepatan penurunan stunting mendapat apresiasi. Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Melawi menerima penghargaan atas pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 dengan klasifikasi Sedang, Kamis (3/9/2026).

Penghargaan tersebut diterima TPPS Kabupaten Melawi dengan didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Drs. Paulus.

Capaian ini menjadi bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan berbagai strategi dan program pemerintah daerah bersama perangkat daerah serta pemangku kepentingan dalam menekan angka stunting di Kabupaten Melawi.

Sekda Melawi Drs. Paulus mengatakan, penghargaan tersebut patut diapresiasi karena menunjukkan adanya proses kerja bersama dalam menjalankan agenda percepatan penurunan stunting.

Namun, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri. Terlebih, predikat yang diperoleh masih berada pada klasifikasi Sedang.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Melawi. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dan pihak-pihak yang selama ini telah berkontribusi,” ujar Paulus.

Menurutnya, penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu perangkat daerah saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah dapat berjalan secara terpadu dan menyasar kelompok masyarakat yang tepat.

Paulus menilai keberhasilan program tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Hal yang lebih penting adalah dampak nyata program terhadap kondisi kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak.

Karena itu, evaluasi terhadap pelaksanaan program harus dilakukan secara berkala untuk mengetahui bagian yang sudah berjalan baik maupun yang masih membutuhkan perbaikan.

“Masih ada hal-hal yang harus kita perbaiki dan tingkatkan. Koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat, begitu juga dengan ketepatan sasaran intervensi. Jangan sampai program yang kita jalankan tidak memberikan dampak sebagaimana yang diharapkan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat pelaksanaan program hingga tingkat kecamatan dan desa. Pemerintah desa, kader, tenaga kesehatan dan masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam melakukan pencegahan sejak dini.

“Penanganan stunting bukan pekerjaan satu organisasi atau satu perangkat daerah saja. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader hingga masyarakat. Semua harus memiliki komitmen yang sama,” ungkapnya.

Target Berikutnya Naik dari Klasifikasi Sedang

Paulus berharap penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi pemacu bagi TPPS dan seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Aksi Konvergensi pada tahun berikutnya.

Menurutnya, klasifikasi Sedang harus dipandang sebagai pijakan untuk melakukan pembenahan, terutama dalam memperkuat koordinasi, ketepatan sasaran serta efektivitas intervensi.

“Kita tentu berharap ke depan capaian ini bisa terus meningkat. Yang paling penting bukan penghargaan semata, tetapi bagaimana angka stunting di Kabupaten Melawi dapat terus ditekan dan kualitas kesehatan serta tumbuh kembang anak semakin baik,” tegasnya.

Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting merupakan bagian dari upaya memastikan berbagai program penanganan stunting berjalan secara terkoordinasi.

Pendekatan konvergensi mengharuskan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan menjalankan peran masing-masing secara terintegrasi. Intervensi spesifik dan sensitif diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling mendukung untuk mencapai target penurunan stunting.

Di Kabupaten Melawi, pelaksanaan program melibatkan berbagai perangkat daerah sesuai dengan tugas dan kewenangannya. Koordinasi juga diperkuat hingga tingkat kecamatan dan desa agar intervensi dapat menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Penghargaan dengan klasifikasi Sedang tersebut menjadi gambaran atas proses koordinasi yang telah dilakukan. Namun, capaian itu sekaligus menyisakan pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi program.

Penguatan peran pemerintah desa dan masyarakat juga menjadi penting. Edukasi mengenai pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, pola hidup sehat serta pemantauan tumbuh kembang anak perlu terus dilakukan sebagai bagian dari pencegahan stunting sejak dini.

Pemkab Melawi menargetkan kolaborasi antarsektor, ketepatan sasaran program dan pemanfaatan sumber daya dapat terus diperbaiki sehingga capaian pada tahun-tahun berikutnya meningkat.

Dengan demikian, penghargaan yang diterima TPPS Kabupaten Melawi bukan menjadi titik akhir, melainkan momentum untuk mengukur kembali efektivitas program dan memperkuat langkah penurunan stunting secara berkelanjutan. (*)


Penulis : REDAKSI
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar