ASUS ExpertBook Ultra Meluncur: Baterai Tahan 26 Jam Berteknologi AI

4 September 2026 13:13 WIB
ASUS ExpertBook Ultra meluncur untuk mendukung pekerjaan yang memerlukan perangkat berteknologi tinggi.

PONTIANAK, insidepontianak.com — ASUS kembali memperkenalkan laptop bisnis teranyarnya melalui seri ExpertBook Ultra (B9406CAA).

Perangkat ini diposisikan sebagai flagship untuk menunjang kebutuhan profesional modern, yang turut dipamerkan dalam ajang media gathering di Pontianak, Kamis (3/9/2026).

ExpertBook Ultra mengandalkan pemrosesan Artificial Intelligence (AI) lokal hingga 50 TOPS, daya tahan baterai hingga 26 jam, serta ketahanan bodi terhadap tekanan beban hingga 100 kg.

Mobilitas tinggi, efisiensi baterai, keamanan data, serta kemampuan menjalankan fitur kecerdasan buatan secara lokal kini menjadi pertimbangan utama bagi kalangan profesional maupun korporasi.

ASUS mengeklaim ExpertBook Ultra menawarkan sejumlah keunggulan dibanding laptop bisnis premium lain, mulai dari layar Tandem OLED, haptic touchpad berukuran lapang, baterai berkapasitas 70 Wh, hingga pemrosesan AI lokal tanpa bergantung pada jaringan internet.

Commercial Director ASUS Indonesia, Eric Khoven, menyampaikan bahwa perangkat ini dibangun sebagai fondasi utama menyongsong era Copilot+ PC dan komputasi AI yang kian terintegrasi pada perangkat keras.

“Sebagai fondasi era baru Copilot+ PC, ASUS ExpertBook Ultra mengandalkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru yang dipadukan dengan Neural Processing Unit (NPU) dengan kemampuan hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS),” ujar Eric.

Performa AI Lokal

Salah satu aspek utama yang ditonjolkan ASUS adalah kemampuan pemrosesan AI langsung di dalam perangkat.

Laptop ini ditenagai prosesor hingga Intel Core Ultra X9-388H dan NPU berkapasitas 50 TOPS. Secara keseluruhan, total pemrosesan komputasi platform ini diklaim menembus 180 TOPS.

Menurut Eric, kemampuan ini memungkinkan berbagai analisis dan pekerjaan berbasis AI diselesaikan secara langsung di laptop tanpa bergantung pada cloud.

Dalam skenario penggunaan korporat, perangkat ini mampu menangani multitasking berat, seperti konferensi video, pengolahan big data, hingga penyusunan dokumen kompleks secara bersamaan.

“Jika dihadapkan pada skenario multitasking korporat, seperti rapat maraton via Teams sembari mengolah ribuan baris data di Excel dan menyusun ratusan halaman laporan PowerPoint, ASUS ExpertBook Ultra dapat menjalankannya tanpa kendala,” tutur Eric.

ASUS juga menyematkan fitur bawaan AI ExpertMeet yang berfungsi melakukan transkripsi otomatis, penerjemahan bahasa secara langsung (live translation), serta optimalisasi kualitas kamera langsung melalui NPU.

Fitur ini dirancang guna meringankan beban prosesor utama sekaligus menghemat daya. Untuk kebutuhan AI generatif lokal, laptop ini dibekali RAM LPDDR5x hingga 64 GB.

Kapasitas lapang ini memungkinkan pengoperasian Large Language Model (LLM) seperti Gemma (4 miliar parameter) dan Qwen 3 (18 miliar parameter) secara offline.

Selain itu, ASUS menyediakan Zenni Claw yang memfasilitasi pemanfaatan agentic AI baik secara lokal maupun cloud dengan menghubungkan berbagai ekosistem layanan AI.

Layar Tandem OLED

Bagi pekerja yang menuntut mobilitas tinggi, kualitas layar menjadi komponen yang sangat vital. ASUS ExpertBook Ultra mengusung layar 14 inci beresolusi 3K (2.880 x 1.800 piksel), rasio 16:10, refresh rate 120 Hz, serta panel berteknologi Tandem OLED.

Layar ini memiliki tingkat kecerahan HDR peak mencapai 1.400 nits dengan cakupan warna 100 persen DCI-P3.

Tingkat kecerahan tinggi ini memberikan visibilitas jernih saat laptop digunakan di luar ruangan di bawah paparan sinar matahari langsung.

Teknologi Tandem OLED juga diklaim lebih hemat daya dan memiliki risiko burn-in yang lebih rendah dibanding panel OLED konvensional.

Selain versi Tandem OLED, ASUS turut menyediakan varian panel POLED dengan bobot perangkat yang lebih ringan, yakni sekitar 0,99 kg.

Touchpad Haptic

Dari segi navigasi, ExpertBook Ultra dibekali Edge-to-Edge Glass Haptic Touchpad seluas 110 cm persegi.

Touchpad ini memanfaatkan enam sensor gaya independen dan motor haptik untuk memberikan respons sentuhan yang presisi di seluruh permukaan.

ASUS juga menyematkan gestur intuitif yang memudahkan pengguna mengatur kecerahan layar maupun volume suara secara cepat melalui touchpad, tanpa perlu menggunakan mouse eksternal.

Baterai Tahan 26 Jam

ExpertBook Ultra dibekali baterai berkapasitas 70 Wh dengan konfigurasi empat sel yang diklaim mampu bertahan hingga 26 jam penggunaan dalam kondisi tertentu.

Perangkat ini juga dilengkapi fitur fast charging yang mampu mengisi daya hingga 50 persen hanya dalam kurun waktu 30 menit.

Meski mengusung spesifikasi kelas atas, ExpertBook Ultra tetap tampil ringkas dengan bobot sekitar 1,09 kg untuk varian Tandem OLED, serta dimensi presisi 31,09 x 21,28 x 1,09 cm.

Sasis laptop ini dirancang menggunakan material kombinasi magnesium-aluminium berteknologi ASUS Nano Ceramic.

Perangkat ini telah melampaui standar uji ketahanan militer MIL-STD-810H, termasuk ketahanan terhadap tekanan beban ekstrem hingga 100 kg.

Eric menjelaskan bahwa ketahanan fisik ini sangat krusial bagi pekerja yang kerap membawa laptop dalam tas yang padat.

“Banyak laptop mengalami kerusakan bukan karena jatuh atau terinjak, melainkan akibat bertekanan tinggi saat dimasukkan ke dalam tas yang padat,” terangnya.

Keamanan Data

Sektor keamanan menjadi prioritas pada ExpertBook Ultra. ASUS membekalinya dengan sistem perlindungan ExpertGuardian.

Sistem itu mencakup ASUS Security Processor, Dual Self-healing BIOS ROM, TPM 2.0, Microsoft Pluton, pemindai sidik jari, Windows Hello IR.

Ada juga penutup fisik webcam, hingga sensor pendeteksi gangguan sasis. Seluruhnya telah memenuhi standar keamanan internasional NIST SP 800-193.

“Data di dalam ASUS ExpertBook Ultra tidak akan bisa diakses oleh pihak tak berwenang, bahkan jika SSD-nya dicabut dan dipasang ke laptop lain,” tegas Eric.

Grafis Intel Arc B390

Untuk kebutuhan pemrosesan visual, laptop ini mengandalkan GPU terintegrasi Intel Arc B390 dengan 12 Xe Cores.

Grafik terintegrasi ini diklaim memberikan performa hingga 35 persen lebih tinggi dibanding GPU diskrit Nvidia RTX 4050 (TGP 30W) dalam pengujian 3DMark Time Spy.

Performa tersebut dipadukan dengan RAM LPDDR5x hingga 64 GB bertransmisi 9.600 MT/s serta penyimpanan SSD PCIe Gen 5.0 berkapasitas hingga 2 TB.

Kombinasi performa AI lokal, layar Tandem OLED, ketahanan baterai, serta sistem keamanan enterprise menjadikan ASUS ExpertBook Ultra sebagai salah satu laptop bisnis flagship paling kompetitif untuk kebutuhan profesional modern saat ini.***


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar